Jangan Sampai Masa Mudamu Disia-siakan Hanya Untuk Menunggu Dia Yang Tak Pernah Memberi Kepastian

Jangan Sampai Masa Mudamu Disia-siakan Hanya Untuk Menunggu Dia Yang Tak Pernah Memberi Kepastian

Kalau dia benar-benar mencintaimu, kepastian akan diberikannya meskipun kamu tak memintanya

Dalam sebuah hubungan cinta, ada beberapa “peraturan” tidak tertulis yang seharusnya kamu patuhi. Salah satunya adalah kamu tidak bisa membuat orang lain untuk mencintaimu seperti kamu mencintainya. Kamu tak bisa memaksakan perasaanmu kepada orang lain atau membuatnya menerima rasa cintamu. Termasuk juga kepastian, kamu tak bisa dan tidak boleh memaksa orang lain untuk membuat “kepastian” akan hubungan kalian.

Semua yang terjadi di dunia ini sudah diatur dan ditakdirkan oleh Tuhan. Jika memang kamu tak dicintai ataupun tak kunjung diberikan kepastian oleh si dia, mungkin memang dia bukanlah seseorang yang ditakdirkan untukmu. Daripada kamu menyia-nyiakan masa muda yang berharga untuk menunggunya, lebih baik segera move on!

Tak perlu membuang air mata untuk dia yang tak menaruh hati padamu

Memang kejam rasanya ketika cintamu tak dibalas sepadan olehnya. Lebih menyakitkan lagi jika dia tak sedikitpun menaruh perasaan padamu. Sudahlah, belajar realistis saja mulai sekarang. Belajar melihat perlakuan orang lain terhadapmu. Bedakan antara orang yang memang baik padamu dengan seseorang yang benar-benar mencintaimu.

Jangan biarkan hatimu jatuh terlalu dalam kepada orang yang hanya sekedar baik. Ingat, dia hanya baik kepadamu bukan menaruh hatinya untukmu. Apalagi jika dia juga memberikan perhatian yang sama ke orang lain, tak hanya kamu. Daripada menangisi dia yang tak pernah ingin menaruh hati padamu, lebih baik mulai ambil sikap dan menjauh darinya secara perlahan.

Tak perlu menghabiskan perasaan untuk orang yang tak bisa merasakannya

Jika memang cinta, seharusnya banyak pengorbanan yang dilakukan demi orang yang dicintai. Dan kamu melakukan pengorbanan tersebut. Tapi bagaimana dengan dia? Apakah dia sama berjuangnya denganmu?

Sebelum benar-benar memutuskan berjuang untuk seseorang, pastikan dulu bahwa orang tersebut memang pantas menerima pengorbananmu hingga apa yang kamu lakukan tidak sia-sia. Jangankan berkorban untukmu, dia bahkan tak bisa merasakan perasaanmu yang tulus itu. Jadi untuk apa tetap berjuang? Kamu hanya buang-buang perasaan padahal dia sama sekali tak bisa merasakan.

Jangan menunggu apalagi menghabiskan waktu untuk dia yang tak kunjung memberi kepastian

Sebuah hubungan bisa berjalan baik jika ada kepastian didalamnya. Kepastian kemana hubungan tersebut akan menuju, dan kepastian bahwa kedua pihak saling mencintai. Jika memang kamu tak kunjung mendapatkan kedua kepastian tersebut, untuk apa bertahan dan tetap menunggu?

Kamu berhak bahagia meskipun tidak dengannya. Kamu berhak mendapatkan timbal balik sesuai dengan apa yang kamu berikan. Jangan mau jika harus terus-menerus menunggu dan memberi (perasaan) tanpa tau kapan dia akan membalasnya. Apalagi berjuang sendirian dalam hubungan, jangan mau melakukannya!

Toh jika memang dari awal dia mencintaimu dia akan memberi kejelasan tanpa harus disuruh, mencintai dan berjuang tanpa harus membuatmu menunggu. Akan lebih baik lepaskan saja dia yang terus-menerus menyia-nyiakan cinta yang kamu berikan, selalu membuatmu cemburu, merendahkan hidupmu, tidak peduli padamu dan membuatmu patah hati berkali-kali.

Percayalah jika waktunya tiba, Tuhan akan memberikanmu seseorang yang lebih baik. Seseorang yang memberikan sepadan dengan apa yang kamu berikan padanya, tanpa kamu minta. Kamu hanya harus meminta kepada-Nya, dan tentu dibarengi usaha.

inovasee.com
Tolong, Jangan Pernah Menganggap Status Janda Serendah Itu

Tolong, Jangan Pernah Menganggap Status Janda Serendah Itu

Abang pilih yang mana, perawan atau janda? Perawan memang menawan, janda lebih menggoda.’ Hm.. kamu yang pencinta dangdut, pasti sudah tidak asing lagi dengan lirik lagu itu. Benar, itu merupakan penggalan lirik lagu ‘Perawan Atau Janda’ yang dinyanyikan oleh si centil Cita Citata. Namun di sini saya tidak akan membahas lagunya, karena saya lebih tertarik dengan istilah ‘janda’-nya.

Bahkan jauh sebelum lagu itu mewabah di mana-mana, selalu terbersit pertanyaan-pertanyaan aneh dalam hati saya, sebenarnya, apa yang salah dengan seorang wanita yang berstatus janda? Mengapa nasibnya selalu di pandang rendah di masyarakat, tidak seperti para pria yang berstatus duda?

Tidak ada wanita yang ingin menjanda
Meskipun saya tidak mengalaminya sendiri, namun saya yakin, bahwa hinaan, cacian, omongan-omongan miring, dan tuduhan-tuduhan tak berperikemanusiaan, pasti sudah menjadi semacam menu sehari-hari bagi teman-teman kita yang berstatus janda. Yang lebih miris, banyak pria hidung belang yang kemudian memanfaatkan status tersebut dengan menggoda mereka, para janda.

Namanya juga pria hidung belang, maka bisa ditebak, godaan yang dilancarkan pun tak pernah jauh dari hal-hal berbau mesum seperti “kamu kan janda, pasti butuh kepuasan kan? Jadi kalau lagi butuh, hubungi aku ya…” Bahkan di kalangan ABG pun, selalu saja ada obrolan kurang ajar seperti “eh.. ada yang punya nomor janda nggak?”

Lantas yang menjadi pertanyaan, memang sehina itukah peran wanita berstatus janda? Saya tidak mau menggurui, hanya sekadar mengingatkan, bahwa tidak ada satu pun wanita di dunia ini yang ingin rumah tangganya hancur berantakan. Tidak ada. Semua wanita pasti menginginkan suami yang bisa bertanggung jawab dan sayang dengan keluarganya, apapun yang terjadi.

Namun karena alasan-alasan tertentu, ada beberapa wanita baik-baik yang memutuskan untuk bercerai dengan suaminya, atau terpaksa harus menerima takdir ditinggal mati suami tercinta. Maka, melekatlah status janda pada diri mereka, sebuah status yang sangat hina bagi sebagian orang.

Jomblo berkelas yang sarat pengalaman

Jadi percayalah, kamu, seperti halnya saya, tidak akan benar-benar tahu apa yang menjadi alasan seorang wanita memutuskan untuk bercerai dengan suaminya. Ada banyak kemungkinan yang melatarbelakanginya, bisa karena kekerasan dalam rumah tangga, suaminya selingkuh, ada paksaan dari pihak orang tua, dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang lainnya.

Karena itu, jangan pernah menganggap rendah wanita berstatus janda, bahkan kalau kamu sudah tahu pasti apa penyebabnya. Posisikan mereka seperti manusia kebanyakan, manusia yang harus tetap dihargai dan dihormati. Jangan lagi menanbah sakit hatinya yang sudah kecewa karena perceraian, ditinggal mati suaminya, hingga harus banting tulang menghidupi anak-anaknya.

Apapun alasannya, janda tetaplah status sosial yang mulia. Jadi kalau kamu adalah seorang janda dan kebetulan membaca tulisan ini, jangan pernah malu hanya karena status yang melekat dalam dirimu itu. Jangan berhenti berjuang, jangan termakan omongan, dan jangan pernah terlena oleh godaan. Kamu hanya harus membuktikan, bahwa kamu adalah seorang jomblo berkelas yang sarat pengalaman!

Inovasee.com
Bila Dirimu Telah Mampu Melakukan Amal Kebaikan, Jangan Mencela Dia yang Masih Belum Mampu Melakukannya

Bila Dirimu Telah Mampu Melakukan Amal Kebaikan, Jangan Mencela Dia yang Masih Belum Mampu Melakukannya

Ilmu yang tinggi dan kebaikan yang selalu menjadi amalan tiada henti bisa menjadikan seseorang itu ujub dan riya’, sebab itulah mengapa ketika kamu melakukan hal baik tetap jaga hatimu agar tak pernah takabbur.

Bila dirimu telah Allah mamukan untuk melakukan amal kebaikan, maka jangan mencela dia yang masih dalam keadaan baik, atau masih belum menjadi baik.

Jaga Baik-baik Amal Baikmu, Dengan Terus Mengendalikan Hatimu Agar Tak Mudah Ujub Atau Riya’

Intinya, jagalah baik-baik amal baik yang telah kamu lakukan, tidak usah kamu banding-bandingkan dengan dia yang belum mampu melakukannya.

Kendalikanlah hatimu dengan baik dan bijaksana, agar sampai kapanpun meski banyak kebaikan yang telah kamu lakukan, perasaan ujub dan riya’ tidak pernah meggelayuti hatimu.

Kondisikan Hatimu Agar Selalu Bijaksana, Dengan Terus Sadar Bahwa Hanya Allah yang Harus Tahu Amalmu

Kondisikanlah hatimu agar selalu bijaksana, dengan terus kamu sadar bahwa hanya Allah lah yang harus tahu amal apa yang telah kamu kerjakan.

Teruslah kamu sadar, bahwa satu-satunya yang harus tahuamal kebaikan yang telah kamu kerjakan hanya Allah azza wajalla, dan dengan demikian maka pasti kamu takkan pernah merasa bahwa kamu lebih baik.

Jangan Merasa Diri Telah Lebih Baik, Agar Sampai Kapanpun Kamu Tak Gampang Menerakakan Orang Lain

Iya, jangan merasa diri telah lebih baik, meski memang benar kebaikan yang telah kamu lakukan sudah banyak dan rutin, agar sampai kapanpun kamu tak gampang menerakakan orang lain.

Karena biasanya, seseorang itu dengan mudahnya menjudge dan menghakimi kesalahan orang lain, tatkala dia merasa bahwa dirinya telah baik dan paling baik.

Jangan Merasa Puas Dengan Apa yang Telah Kamu Lakukan, Agar Lisanmu Tak Mudah Menyebut Kekurangan Orang Lain

Jagalah hati pula untuk jangan pernah merasa puas dengan kebaikan yang telah dilakukan, karena biasanya lisanmu akan menyebut kekurangan dan kesalahan orang lain dengan mudahnya, saat kamu sendiri merasa puas dengan kebaikan yang telah dilakukan.

Tetap Rendah Hatilah, Agar Amal Baikmu Benar-Benar Menjadi Nyata Sebagai Tabungan Akhiratmu

Maka sebanyak dan serutin apapun kamu melakukan kebaikan, tetap rendah hatilah, jangan beri celah hatimu merasa telah puas dan cukup melakukan kebaikan tersebut.

Dan mengapa harus selalu rendah hati saat melakukan kebaikan? yaitu agar amal baik yang telah kamu lakukan benar-benar menjadi nyata sebagai tabungan akhiratmu.

beranihijrah.org
Cantiklah Dari Hati, Mulialah Dengan Cara Menjaga Diri Dan Cerdaslah Dengan Cara Mengaji

Cantiklah Dari Hati, Mulialah Dengan Cara Menjaga Diri Dan Cerdaslah Dengan Cara Mengaji

Bila kau tak bisa tampil cantik karena parasmu biasa-biasa saja. Maka pancarkanlah kecantikanmu dari hatimu.

Buatlah orang kagum pada kebaikan mu, pada caramu memuliakan diri dan caramu memancarkan ‘cantikmu’ yang berbeda.

Caktiklah Karena Baik Hati Dan Sopan, Bukan Karena Make Up Atau Perawatan Mahal

Kalau kau memang tak cantik secara fisik, maka pancarkanlah kecantikan itu dari dalam dirimu.

Dengan menunjukkan kebaikan hatimu, menjadi pribadi yang ramah dan punya sopan santun yang tinggi.

Istikomahlah dalam merendah dirimu untuk tidak disanjung. Bukan istikomah menjaga tebalnya make up mu atau istikomah ke salon langananmu

Mulialah Dengan Cara Menjaga Diri Dan Harga Dirimu, Bukan Dengan Cara Merendahkan Orang Lain

Muliah dengan cara kau menjaga harga dirimu, tidah mudah terhasut dan tak mudah tergoda.

Tidak menjatuhkan orang lain demi dipuji dan tidak memfitnah orang lain agar terlihat lebih baik.

Cerdaslah Dengan Cara Belajar Dan Mengaji, Bukan Dengan Cara Sok Tau Atau Hanya Mendengar Cerita

Cerdaslah dengan cara banyak belajar dan mengaji. Jangan sok tau demi terlihat lebih pintar atau lebih baik.

Banyaklah belajar dan mengaji agar kau pintar dengan ilmu dan prestasi bukan karena dusta ataupun karena sok tau.

Berilmulah Tanpa Harus Lupa Beriman. Karena Kamu Bisa Melakukan Keduanya Tapi Belum Tentu Bisa Jika Hanya Salah Satunya

Jangan lupa untuk tetap beriman meski kau sudah banyak ilmu, sebab kau mampu menjadi orang yang berilmu dan beriman. Namun kau belum tentu bisa berilmu tanpa beriman.

Berilmulah sebanyak yang kau bisa, sebanyak ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi ini, namun jangan lupa untuk tetap beriman kepa Allah. Jika kau hanya berilmu tapi tak mau beriman pada sang penciptamu, kau bisa saja menjadi peribadi yang sombong.

Jagalah Dirimu Tanpa Harus Menjauhi Dan Membatasi Dirimu Dari Orang Lain Yang Bukan Mahrammu

Muliakanlah dirimu dengan cara menjaga diri dari sesuatu yang akan mendekatkanmu dari dosa.

Namun tidak harus membatasi dirimu, menjaga jarak atau menjauhi yang bukan mahrammu.

Karena bagaimanapun dalam keadaan tertentui atau darurat kita butuh bantuan orang lain, dan Allah akan tetap memaklumi keadaan-keadaan darurot yang tak bisa kita hindari, misalanya sedang mendapatkan musibah dan sedang butuh pertolongan.

sumber:humairoh.com
Jangan Pernah Lupa Bahagia Walau Pernah Kecewa, Jangan Lupa Tersenyum Walau Kesulitan Datang

Jangan Pernah Lupa Bahagia Walau Pernah Kecewa, Jangan Lupa Tersenyum Walau Kesulitan Datang

Bahagiamu adalah kamu sendiri yang nyiptain, maka saat kamu kecewa, masalah datang secara tiba-tiba, dan kesulitan seakan menghujam dengan kejamnya, jangan hanya ikuti alur sedih dan lemahmu semata, tapi bergegaslah mencari celah agar kamu tetap baik-baik saja.

Cepa-cepat isi hati dengan prasangka yang baik, agar bersabar dan ikhlaspun dapat segera kamu ajarkan pada hati yang tengah gundah.

Intinya jangan pernah kamu lupa bahagia walau pernah kecewa, dan jagan lupa tersenyum walau benar kesulitan tiba-tiba datang menyapa.

Ingat Kamu Punya Allah, dan Yakinlah Kamu Pasti Baik-baik Saja Dengan Kebaikan dan Kasih Sayang-Nya

Ingatlah dengan bijaksana bahwa kamu punya Allah yang maha segalanya, dan yakinah kamu pasti baik-baik saja dengan kebaikan dan kasih sayang-Nya.

Karena disaat kamu yakin kepada-Nya dalam kesulitan yang menimpa maka pasti kamu tidak akan pernah lupa caranya bahagia, meski benar kesulitan itu sangatlah besar.

Cukup Kamu Tahu Saja, Ada Allah Bersamamu, dan Allah Tidak Akan Pernah Meninggalkanmu Sendirian

Maka cukup kamu tahu saja ditengah kesulitanmu, ada allah bersamamu, ada Allah yang selalu siap membantumu, dan ada Allah yang tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian.

Lantas tentang kecewamu, rasa sakitmu, dan kesulitan yang tiba-tiba menjeratmu dalam derita, jangan jadikan ia alasan untukmu tidak bahagia, jika kamu sendiri telah sadar bahwa kamu punya Allah yang maha segalanya.

Tenanglah, Keadaan yang Tidak Baik Akan Segera Membaik, Sebab Allah Maha Adil Dalam Memberi Jalan Keluar

Jadi tenanglah, keadaan yang tidak baik akan segera membaik, sebab Allah maha adil dalam memberi jalan keluar, dan Allah maha bijaksana dalam menentukan akhir dari kesulitan yang kamu alami.

Jangan Berputus Asa Dalam Mengharap Rahmat-Nya, Agar Sampai Kapanpun Kamu Tetap Tahu Caranya Bahagia

Tidak peduli seberapa besar kesulitanmu, jangan pernah kamu berputus asa dalam mengharap rahmat-nya, agar sampai kapanpun kamu tetap tahu caranya bahagia meski keadaan memang terlihat tidak memungkinkan.

Karena Seburuk Apapun Keadaan yang Kamu Alami, Akan Membuatmu Tetap Tersenyum Tatkala Kamu Menyadari Ada Allah Bersamamu

Karena sungguh seburuk apapun keadaan yang kamu alami, akan tetap membuatmu bisa tersenyum dan bahagia, tatkala kamu mampu menyadari bahwa ada Allah bersamamu.

Kamu akan tetap baik-baik saja detengah belenggu hidup yang datang, tatkala kamu mampu yakin bahwa bersama dengan Allah kamu akan kuat.

sumber. beranihijrah.org
Saya Merebut Istri Orang Kemudian Menikah, Apakah Pernikahan Saya Sah?

Saya Merebut Istri Orang Kemudian Menikah, Apakah Pernikahan Saya Sah?

Apa hukumnya bila saya sudah terlanjur menikah dgn seorang wanita mantan suami orang? dgn catatan mereka bercerai karena saya si suami tdk bersalah. apakah pernikahan itu syah bila saya bertobat apakah saya harus menceraikannya? karena saya merasa di kejar perasaan bersalah

Jawab:

Apa yang bisa bayangkan, ketika suami pertama wanita adalah anda? Istri anda didekati lelaki lain, hingga diapun jatuh cinta kepadanya dan berusaha meminta anda untuk menceraikannya, agar bisa menikah dengan lelaki itu. Tentu anda akan sakit hati dan marah kepada lelaki itu.

Saat ini, lelaki itu adalah anda. Dan pasti mantan suami dari wanita yang kini menjadi istri anda sangat benci kepada anda. Inilah dosa takhbib. Menjadi penyebab percerian dan kerusakan rumah tangga. Karena kehadirannya, membuat seorang wanita menjadi benci suaminya dan meminta untuk berpisah sehingga bisa menikahi lelaki kedua yang sedang dekat dengannya sebagaimana Anda.

Dalam banyak hadisnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman keras untuk pelaku takhbib. Diantaranya, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا
“Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani)

Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ أَفْسَدَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dariku.” (HR. Ahmad 9157 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Hukum Pernikahan Hasil Takhbib

Kita fokus di hukum pernikahan hasil merusak rumah tangga orang lain. Terdapat kaidah fiqh yang menyatakan, من تعجل شيئا قبل أوانه عوقب بحرمانه

Siapa yang terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum waktunya, dia dihukum dengan cara dilarang untuk mendapatkannya.

Terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum waktunya, termasuk pelanggaran dalam agama. Seorang baru bisa mendapatkan warisan dari orang tuanya, jika ortunya telah meninggal. Tapi jika dia buru-buru ingin mendapatkannya dengan cara membunuh ortunya, maka tindakannya menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan warisan dari ortunya.

Dan semua pernikahan yang diawali dengan cara yang batil, hasilnya juga kebatilan.

Atas dasar ini, sebagian ulama memutuskan bahwa ketika terjadi perpisahan dalam keluarga, sehingga si istri bersemangat untuk minta cerai disebabkan kehadiran lelaki baru, maka mereka dipisahkan selamanya. Dihukum dengan keputusan yang berkebalikan dengan harapan dan keinginannya.

Sebagian ulama menegaskan dengan memberikan putusan paling susah untuknya dan melarangnya. Sampai Malikiyah mengatakan, bahwa wanita yang berpisah ini diharamkan untuk menikah dengan lelaki yang menjadi penyebab kerusakan rumah tangganya, diharamkan untuk selamanya. Sebagai hukuman baginya, dengan kebalikan dari apa yang dia inginkan. Agar semacam ini tidak menjadi  celah bagi masyarakat untuk merusak hubungan para wanita (dengan suaminya). (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 5/251).

Mereka – ulama Malikiyah – menyebutkan bahwa nikahnya dibatalkan, baik sebelum berhubungan maupun sesudah berhubungan, tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan mereka. Namun yang menjadi perbedaan adalah apakah lelaki pelaku takhbib itu diharamkan untuk menikahi wanita selamanya ataukah tidak sampai selamanya.

Mereka menyebutkan adanya dua pendapat:

Pertama, dan ini yang lebih terkenal, bahwa mereka dipisahkan tapi tidak selamanya. Jika si wanita kembali kepada suami pertama, kemudian diceraikan oleh suami pertama atau suami pertama meninggal, maka si lelaki kedua ini boleh menikahi wanita itu.

Kedua, mereka diharamkan menikah selamanya. Diantara yang menyatakan pendapat ini adalah Yusuf bin Umar, seperti yang disebutkan dalam Syarh az-Zarqani, dan ini yang difatwakan  beberapa ulama kontempporer di daerah Fez – Maroko. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 11/20).

Memang lelaki ini menikah dengan si wanita atas dasar saling ridha. Tapi perlu dia ingat, dia membangun keluarga dengan cara bermaksiat kepada Allah dan merusak keluarga orang lain…
Allahu a’lam.

sumber:bersamadakwah.net
Suami Wajib Tahu! Kebahagiaan Rumah Tangga Ada di Tangan Istri. Maka Bahagiakanlah Dia

Suami Wajib Tahu! Kebahagiaan Rumah Tangga Ada di Tangan Istri. Maka Bahagiakanlah Dia

Setiap bahtera rumah tangga tentu menginginkan sebuah kebahagiaan yang tumbuh di dalamnya. Sebab, berawal dari keluarga yang bahagialah akan tumbuh anak-anak cerdas yang memiliki kepribadian yang baik.

Tentu kamu juga menginginkan akan hal demikian bukan? Memiliki rumah tangga yang penuh tawa, harmonis dan romantis pasti akan sangat menyenangkan. Meskipun banyak yang menginginkan hal demikian, namun hanya sedikit orang yang tahu kunci kebahagiaan rumah tangga tersebut. Nah, berikut ini merupakan salah satu kunci kebahagiaan rumah tangga.

Kebahagiaan rumah tangga tergantung kebahagiaan istri

Meskipun suami merupakan nahkoda dari bahtera rumah tangga, namun pemegang kendali kebahagiaan rumah tangga tergantung seorang istri. Jika istri merasa bahagia, maka seluruh isi rumah juga akan merasakan kebahagiaan. Pun sebaliknya, jika istri merasa murung, maka seluruh isi rumah juga akan merasakan hal demikian.

Hal demikian tentu bukan asumsi penulis, kebahagiaan rumah tangga tergantung istri memang sudah banyak dijelaskan secara teori maupun bukti. Dalam sudut pandang agama, istri sholehah merupakan sebaik-baiknya perhiasan dunia. Dialah yang bisa menjadikan suasana rumahnya seindah syurga, ataupun semengerikan neraka.

Dalam sudut pandang ilmuan modern, hal tersebut dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dari Calivornia University. Dalam penelitian yang titik fokusnya tentang pengaruh istri dalam keharmonisan rumah tangga, penelitian ini membuktikan jika keharmonisan, cinta, dan keromantisan rumah tangga tergantung mood dari seorang istri.

Menurut Lian Blonch, asisten dalam penelitian tersebut, mengatakan jika istri memegang kendali sepenuhnya dalam kebahagiaan rumah tangga. Jika istri bisa mengendalikan emosinya maka kehidupan rumah tangga akan berjalan sangat menyenangkan.

Untuk para suami, bahagiakanlah sang istri jika rumah tanggamu ingin selalu bahagia

Dari dua dalil diatas, baik sudut pandang agama maupun sudut pandang ilmu modern, keduanya sepemahaman jika istri memegang kendali kebahagiaan dalam rumah tangga. Selanjutnya, agar rumah tangga selalu bahagia tentunya sebisa mungkin suami harus berupaya membuat sang istri bahagia.

Kamu bisa bayangkan jika dalam rumah tangga sang istri lagi marah, atau ngambek. Tentu kondisi rumah berantakan, cucian numpuk, lantai kotor, anak-anak tidak terurus, dan ini berdampak akan hilangnya kebahagiaan dari penghuni seisi rumah.

Berbeda lagi jika sang istri dalam kondisi bahagia, tentu pekerjaan rumah akan ia kerjakan dengan penuh cinta. Tidak pernah mengeluh dengan rasa capek karena seharian mengurus rumah, selain itu dalam melayani anak dan suami juga akan dengan pelayanan yang terbaik.

Maka dari itulah suami harus membahagiakan para istri. Buatlah hatinya selalu bahagia dengan cinta, kasih sayang, kesetiaan dan dengan nafkah yang cukup tentunya dari suami.

sumber:inovasee.com
Amalan Yang Dicontohkan Rasulullah Di Bulan Muharram

Amalan Yang Dicontohkan Rasulullah Di Bulan Muharram


Berikut merupakan amalan yang dicontohkan Rasulullah ketika berda di bulan Muharram.

1. Perbanyak Amalan Shalih dan Jauhi Maksiat


Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata tentang tafsir firman Allah Ta’ala dalam Surat At Taubah ayat 36: “…maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian…”; Allah telah mengkhususkan empat bulan dari kedua belas bulan tersebut. Dan Allah menjadikannya sebagai bulan yang suci, mengagungkan kemulian-kemuliannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) serta memberikan pahala (yang lebih besar) dengan amalan-amalan shalih.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir)

Mengingat besarnya pahala yang diberikan oleh Allah melebihi bulan selainnya, hendaknya kita perbanyak amalan-amalan ketaatan kepada Allah pada bulan Muharram ini dengan membaca Al Qur’an, berdzikir, shadaqah, puasa, dan lainnya.

Selain memperbanyak amalan ketaatan, tak lupa untuk berusaha menjauhi maksiat kepada Allah dikarenakan dosa pada bulan-bulan haram lebih besar dibanding dengan dosa-dosa selain bulan haram.

Qotadah rahimahullah juga mengatakan, “Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan-bulan haram tersebut. Meskipun kezaliman pada setiap kondisi adalah perkara yang besar, akan tetapi Allah Ta’ala menjadikan sebagian dari perkara menjadi agung sesuai dengan kehendaknya.”

2. Perbanyaklah Puasa


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya), “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Para salaf pun sampai-sampai sangat suka untuk melakukan amalan dengan berpuasa pada bulanharam. Sufyan Ats Tsauri rahimahullah mengatakan, “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.” (Lathaa-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab)

3. Puasa ‘Asyuro (Tanggal 10 Muharram)

Para pembaca yang dirahmati Allah, hari ‘Asyuro merupakan hari yang sangat dijaga keutamannya oleh Rasulullah, sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari ‘Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Salah satu bentuk menjaga keutamaan hari ‘Asyuro adalah dengan berpuasa pada hari tersebut. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang Yahudi berpuasa ‘Asyuro, mereka mengatakan, “Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir’aun.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabat, “Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang Yahudi), karena itu berpuasalah” (HR. Bukhari)

Rasulullah menyebutkan pahala bagi orang yang melaksanakan puasa sunnah ‘Asyuro, sebagaiamana riwayat dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallamditanya tentang puasa Asyuro, kemudian beliau menjawab, “Puasa Asyuro menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat” (HR. Muslim)

4. Selisihi Orang Yahudi dengan Puasa Tasu’a (Tanggal 9 Muharram)

Setahun sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, beliau berrtekad untuk tidak berpuasa hari‘Asyuro (tanggal 10 Muharram) saja, tetapi beliau menambahkan puasa pada hari sebelumnya yaitu puasa Tasu’a (tanggal 9 Muharram) dalam rangka menyelisihi puasanya orang Yahudi Ahli Kitab.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau mengatakan, Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallamberpuasa ‘Asyuro dan menganjurkan para sahabatnya untuk berpuasa, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani”. Maka beliau bersabda, “Kalau begitu tahun depan Insya Allah kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan(Tasu’a, untuk menyelisihi Ahli kitab)”. Ibnu ‘Abbas berkata, “Belum sampai tahun berikutnya, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.”

Sebagian ulama ada yang berpendapat di-makruh-kannya (tidak disukainya) berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja, karena menyerupai orang-orang Yahudi. Tapi ada ulama lain yang membolehkannya meskipun pahalanya tidak sesempurna jika digandengkan dengan puasa sehari sebelumnya (tanggal 9 Muharram). (Asy Syarhul Mumti’, Ibnu ‘Utsaimin)

5. Muhasabah dan Introspeksi Diri

Hari berganti dengan hari dan bulan pun silih berganti dengan bulan. Tidak terasa pergantian tahun sudah kita jumpai lagi, rasa-rasanya sangat cepat waktu telah berlalu. Semakin bertambahnya waktu, maka semakin bertambah pula usia kita. Perlu kita sadari, bertambahnya usia akan mendekatkan kita dengan kematian dan alam akhirat.

Sebuah pertanyaan besar, “Semakin bertambah usia kita, apakah amal kita bertambah atau malah dosakah yang bertambah??!” Maka pertanyaan ini hendaknya kita jadikan alat untuk muhasabah dan introspeksi diri kita masing-masing. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, masa hidupku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

Wahai saudaraku, sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk menuju perjalanan yang panjang di akhirat kelak dengan amalan-amalan shalih? Sudahkah kita siap untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah kita perbuat di hadapan Allah kelak? Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan setiap diri hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al Hasyr: 18)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang tafsir ayat ini, “Yaitu, hendaklah kalian menghitung-hitung diri kalian sebelum kalian di-hisab (pada hari kiamat), dan perhatikanlah apa yang telah kalian persiapkan berupa amal kebaikan sebagai bekal kembali dan menghadap kepada Rabb kalian.”

Semoga Allah senantiasa memberikan kita taufik untuk tetap teguh berada di atas jalan kebenaran-Nya, bersegera untuk melakukan instrospeksi diri sebelum datang hari di-hisab-nya semua amalan, dan menjauhkan dari perbuatan maksiat yang bisa membuat noda hitam di hati kita. Wallahu Ta’ala a’lam.
Inilah Perbedaan Sifat Kibir dan Takabur Menurut Syariat Islam

Inilah Perbedaan Sifat Kibir dan Takabur Menurut Syariat Islam

PERTANYAAN :
Assalamu'alaykum wr wb. Mau bertanya :
1. Apa perbedaan kibir dan takabur
2. Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebiji jarroh daripada sifat kibr. Bagaimana maksudnya ?

JAWABAN :
Wa'alaikumussalaam. Untuk jawaban No.1 lihat Kitab Tuhfatul Ahwadzi :

( باب ما جاء في الكبر ) 
بكسر الكاف وسكون الموحدة ثم راء ، قال الراغب : الكبر والتكبر والاستكبار متقارب ، فالكبر الحالة التي يختص بها الإنسان من إعجابه بنفسه وذلك أن يرى نفسه أكبر من غيره وأعظم ذلك أن يتكبر على ربه بأن يمتنع من قبول الحق والإذعان له بالتوحيد والطاعة ، 
والتكبر يأتي على وجهين أحدهما أن تكون الأفعال الحسنة زائدة على محاسن الغير ومن ثم وصف سبحانه وتعالى بالمتكبر ، 
والثاني أن يكون متكلفا لذلك متشبعا بما ليس فيه وهو وصف عامة الناس نحو قوله : كذلك يطبع الله على كل قلب متكبر جبار والمستكبر مثله ،
وقال الغزالي : الكبر على قسمين فإذا ظهر على الجوارح يقال تكبر وإذا لم يظهر يقال في نفسه كبر

Bab Tentang Kibr (Sombong) 
Kibr itu dengan dikasroh kafnya dan disukun ba'nya kemudian ro'. Imam Ar-roghib berkata : " Al-kibr, at-takabbur dan istikbar itu mutaqoorib (saling beredekatan)". Al-kibr adalah keadaan yang tertentu pada manusia tentang kekaguman/kebanggaan pada diri sendiri. yaitu memandang dirinya lebih besar/hebat dari pada orang lain. Dan lebih besar lagi dari pada hal itu ketika sombong pada Tuhannya dengan tidak menerima kebenaran dan tidak tunduk pada Tuhannya dengan bertauhid dan taat. 

At-takabbur itu ada dua macam : 
1. Perbuatan-perbuatan yang baik melebihi perbuatan baik orang lain dan karena itulah Allah subhanahu wa Ta'ala bersifatan dengan mutakabbir. 
2. Memaksakan diri terhadap perbuatan baik merasa kenyang/penuh dengan sifat sesuatu yang tidak ada pada dirinya. dan ini sifat mayoritas manusia. Seperti firman Allah : 

كذلك يطبع الله على كل قلب متكبر جبار 
Demikianlah Allah mengunci setiap hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. Dan "al-mustakbir seperti halnya al-mutakabbir." 

Al-ghozali berkata : "Al-kibr ada dua bagian : 
- Jika tampak pada anggota-anggota tubuh disebut takabbur. 
- Jika tidak tampak maka disebut kibr." 

Untuk jawaban No. 2 Para ulama' bebeda pendapat mengenai ta'wil sabda Nabi shollallohu alaihi wasallam : "Tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji daripada kibir ". Imam Al khottobi menyebutkan dua wajah :
1. Yang dimaksud adalah takabbur dari keimanan, maka orang tersebut tidak akan masuk syurga sama sekali ketika meninggal dalam keadaan tersebut.
2. Masuk syurga dan di dalam hatinya sudah tidak ada kibir ketika memasuki syurga, sebagaimana firman Allah :

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ 

" Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka ". (QS. Alhijr ayat 47).

Menurut Al-qodhi Iyadh dan selainnya dari ulama' ahli tahkik bahwa makna hadits tersebut adalah tidak akan masuk syurga tanpa balasan jika Allah membalasnya. Waqila inilah balasannya jika Allah membalasnya, dan terkadang dimuliakan bahwa Allah tidak membalasnya , bahkan setiap orang yang mengesakan Allah pasti masuk syurga , adakalanya masuk syurga pertama kali, adakalanya masuk nomer dua setelah di siksa, waqila makna hadis adalah tidak masuk syurga bersama dengan orang-orang yang bertaqwa di awal awal. Wallohu a'lam. [MUJAAWIB : Mas Hamzah dan Maafin Saya].

- Tuhfatul Ahwadzi :

قال النووي : قد اختلف في تأويل قوله صلى الله عليه وسلم : لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال حبة من خردل من كبر ، فذكر الخطابي فيه وجهين : أحدهما أن المراد التكبر عن الإيمان فصاحبه لا يدخل الجنة أصلا إذا مات عليه ، والثاني أنه لا يكون في قلبه كبر حال دخوله الجنة كما قال الله عز وجل ونزعنا ما في صدورهم من غل وهذان التأويلان فيهما بعد ، فإن هذا الحديث ورد في سياق النهي عن الكبر المعروف وهو الارتفاع على الناس واحتقارهم ودفع الحق ، فلا ينبغي أن يحمل على هذين التأويلين المخرجين له عن المطلوب ، بل الظاهر ما اختاره القاضي عياض وغيره من المحققين أنه لا يدخلها دون مجازاة إن جازاه ، وقيل هذا جزاؤه لو جازاه وقد تكرم بأنه لا يجازيه بل لا بد أن يدخل كل الموحدين الجنة إما أولا وإما ثانيا بعد تعذيب أصحاب الكبائر الذين ماتوا مصرين عليها ، وقيل لا يدخلها مع المتقين أول وهلة انتهى . 
Takdir dan Ketetapan Rezeki dan Umur

Takdir dan Ketetapan Rezeki dan Umur

Dari Abu Hurairah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ 

“Barangsiapa senang apabila dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali kekerabatannya!” (HR. Bukhari no. 5985)


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihiwa salam telah bersabda:

 «مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ»

“Barangsiapa senang apabila dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali kekerabatannya!” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)


مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ - See more at: http://www.arrahmah.com/read/2012/12/11/25387-kiat-mudah-panjang-umur-dan-lapang-rizki.html#sthash.AEYrJuOM.dpuf
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ - See more at: http://www.arrahmah.com/read/2012/12/11/25387-kiat-mudah-panjang-umur-dan-lapang-rizki.html#sthash.AEYrJuOM.dpufss
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ - See more at: http://www.arrahmah.com/read/2012/12/11/25387-kiat-mudah-panjang-umur-dan-lapang-rizki.html#sthash.AEYrJuOM.dpuf